Tutorial Belajar Spring Framework Part IV: Template Project Menggunakan Spring Boot

springboot

Spring Boot merupakan salah satu project yang bertujuan menyederhanakan aplikasi berbasis Spring. Jika kita akan membuat aplikasi web misalnya dan kita berencana akan menggunakan spring framework, maka kita harus melakukan konfigurasi yang cukup memakan waktu agar aplikasi tersebut siap dijalankan. Namun dengan Spring Boot, kita tidak perlu melakukan konfigurasi yang rumit agar aplikasi kita siap dijalankan. Bahkan salah satu tujuan spring boot project yaitu meniadakan konfigurasi menggunakan XML. Oleh sebab itu, saat ini rasanya sudah banyak yang memilih menggunakan spring boot sebagai template project aplikasi berbasis spring dari pada melakukan konfigurasi aplikasi berbasis spring secara manual tanpa menggunakan spring boot.

Untuk membuat project spring boot kita bisa membuka start.spring.io , Spring telah menyediakan web page tersebut agar memudahkan kita dalam membuat project spring boot. Kalau kita buka bagian switch to the full version, maka akan muncul berbagai pilihan yang bisa kita gunakan untuk mengenerate spring boot template project.

spring08

Pertama kita bisa memilih build management tool yang akan kita gunakan, bisa menggunakan gradle maupun maven. Lalu kita pilih juga versi spring boot yang akan digunakan. Setelah itu masukkan group, artifact, name, package name. Lalu kita bisa memilih packaging yang akan kita gunakan. Terdapat 2 pilihan yaitu war dan jar. Jika kita menggunakan packaging war maka kita harus mendeploy file war tersebut ke web server yang juga harus kita sediakan seperti apache tomcat, GlassFish,dll. Namun jika kita memilih packaging dalam bentuk jar, maka web server tersebut akan diembeddedkan dalam packaging jar tersebut, sehingga kita tidak perlu repot-repot menyediakan web server. Secara default, spring boot telah menyediakan embedded apache tomcat sebagai web server yang kita gunakan, namun kita bisa mengganti sesuai web server yang diinginkan dan disuppoort oleh spring boot. Setelah itu kita pilih versi java yang ingin kita gunakan dan bahasa yang ingin kita gunakan, bisa dengan java, groovy atau kotlin. Setelah itu kita bisa memilih dependency yang kita butuhkan. Sebagai contoh kita akan membuat konfigurasi project seperti contoh berikut,

spring09

Dari image diatas, dapt dilihat pada contoh project kali ini saya menggunakan packaging jar dengan bahasa pemrograman java version 1.8. Saat ini saya belum menambahkan dependency apapun pada project ini. Setelah generate project dan file zip sudah didownload, sekarang saatnya extract file zip tersebut lalu masuk ke root project directory. Lalu jalankan perintah,

mvn spring-boot:run

spring10

maka akan muncul tampilan sebagai berikut, yang artinya aplikasi berbasis spring kita sudah siap digunakan :)

Untuk source code bisa dilihat di https://github.com/leonardusdani/blog-tutorial-spring-framework/releases/tag/4.0

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s